Jumat, 15 Maret 2019

10 Drone Terbaik 2019



Drone semakin populer dalam lima tahun terakhir. Menurut lembaga riset Gartner, pada 2017 penjualan drone di seluruh dunia akan mencapai 3 juta unit dengan nilai sebesar 6 miliar dolar AS.
Nah, Anda mungkin saja orang yang ingin memiliki drone juga. Entah untuk keperluan fotografi, videografi, atau yang lainnya. Drone mana yang perlu Anda beli?

Untuk membantu Anda mendapatkan drone yang tepat, kami telah memilih 10 drone terbaik 2019.  Semua drone tersebut merupakan drone kamera, dan diurutkan dari mulai yang mahal hingga yang murah. 


Mari kita mulai dengan perbandingan kesepuluh drone berikut ini.

1. DJI T600 Inspire 1

https://droneandquadcopter.com/wp-content/uploads/2015/10/dji-t600-inspire-1-quadcopter.jpg
Inilah salah satu pilihan drone terbaik yang harus Anda pertimbangkan. Terutama untuk Anda yang butuh drone profesional untuk keperluan fotografi dan film.

Dilengkapi dengan kamera 16 MP, DJI T600 Inspire 1 mampu merekam gambar video dengan kualitas RAW. Kemampuan merekamnya hingga 30 fps dan 1.7 Gbps bitrate.
Tak hanya itu, quadcopter seharga Rp 44 juta ini juga dilengkapi dengan integrated 3-axis gimbal yang akan membuat Anda bisa merekam gambar lebih stabil.

Untuk memudahkan Anda mengendalikan drone dan kamera, disediakan remote dengan dua alat pengontrol berbeda. Dengan demikian, Anda bisa mengambil gambar secara maksimal saat drone berada di udara. Apalagi kameranya bisa berputar hingga 360 derajat.
Untuk menambah maksimal kualitas foto yang dihasilkan, disediakan aplikasi Dji Go. Ini merupakan aplikasi khusus untuk mengontrol kamera Zenmuse X5R yang terpasang di bodi drone.

Menggunakan aplikasi ini bermanfaat untuk mengontrol penyetelan kamera, bahkan saat drone sedang terbang. Misalnya, mengatur fokus pada objek yang diinginkan. Termasuk mengatur shutter speed hingga white balance agar mendapatkan hasil foto yang maksimal.
Ditambah dengan teknologi Lightbridge, drone ini bisa melakukan live streaming dengan kualitas 720p. Teknologi ini memungkinkan Anda melakukan live streaming dari jarak hingga 2 km antara drone dengan alat pengontrol.

DJI Inspire 1 mampu bertahan dari terpaan angin hingga kecepatan 10 meter/detik. Kecepatan maksimalnya bisa mencapai 22 meter/detik tanpa bantuan angin. Untuk ketinggian maksimal yang bisa dicapai adalah 4.500 meter di atas permukaan tanah.

2. DJI Phantom 4 Pro

https://cdn.shopify.com/s/files/1/1050/9944/products/Phantom_4_Pro_Filters_1fb237ac-4f3c-4dce-938c-7c97faab432e_1024x1024.png?v=1520363459
Bisa dibilang DJI Phantom 4 Pro punya intelegensi yang tinggi sebagai sebuah drone. Apa pasal?

DJI Phantom 4 Pro dilengkapi sejumlah sensor dan teknologi yang akan sangat memudahkan Anda dalam mengontrol dan mengambil gambar yang diinginkan dengan sangat baik.

Sejumlah sensor dengan resolusi tinggi yang ditempatkan di sekeliling drone akan membuatnya terhindar dari rintangan. Seluruh sensor itu menciptakan pengawasan ke lima arah berbeda sehingga melindung drone dengan maksimal. Sekaligus memberi Anda rasa percaya diri untuk mengambil gambar dengan sudut-sudut yang menarik.

Kepintaran berikutnya dari DJI Phantom 4 Pro ini adalah kamera yang bisa segera mengenali objek, mengikuti objek, dan mengambil gambar secara konsisten. Dengan demikian, Anda bisa mengambil video dari objek yang bergerak dengan lebih mudah tanpa takut kehilangan fokus.

Selain itu, kamera pada drone seharga Rp 24 juta ini mampu menangkap banyak objek sekaligus. Tidak  hanya satu atau dua objek saja. Sangat memudahkan untuk merekam gambar kendaraan di jalanan atau hewan yang bergerombol.

3. GoPro Karma

https://hniesfp.imgix.net/8/images/detailed/92/img5_0mrc-2r.jpg?fit=fill&bg=0FFF&w=1500&h=1000&auto=format,compress
Nama GoPro memang sudah dikenal sebagai action camera yang mumpuni. Hasil dari kamera ini sudah banyak dipakai para profesional di dunia olahraga ekstrim. Kini GoPro ikut meramaikan khasanah drone di dunia melalui seri Karma.

Bagi Anda yang belum pernah menerbangkan drone, GoPro Karma bisa Anda pertimbangkan. Karena drone seharga Rp 14,6 juta ini memiliki tombol take-off dan landing otomatis tanpa harus menggerakan stik. Dengan fitur ini, Anda tidak akan waswas drone mengalami kerusakan saat Anda terbangkan atau turunkan.

Namun demikian, drone ini kurang asyik dipakai di dalam ruangan. Pasalnya, tidak ada sensor yang bisa menghindarkan drone dari benturan dengan tembok atau rintangan lainnya. Selain itu, ketinggian maksimal drone ini hanya sekitar 150 meter saja.

Namun, drone ini bisa jadi andalan saat mengejar objek bergerak. GoPro Karma bisa digeber hingga sekitar 50 km/jam. Kestabilannya pun sangat membantu Anda memotret foto lebih fokus dan jelas.

4. DJI Phantom 3 Pro

https://cdn2.alphr.com/sites/alphr/files/styles/og-image/public/2015/07/dji_phantom_3_pro_6.jpg?itok=4u6QCqPW
Seperti halnya seri DJI Phantom 4 Pro, DJI Phantom 3 Pro tidak disarankan untuk pemula. Apalagi yang belum pernah menerbangkan drone sama sekali. Anda harus selalu didampingi oleh mereka yang memang sudah expert menerbangkan drone.

Seri Phantom 3 sendiri terbagi dalam empat kategori dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Untuk Anda yang masih belajar mengendalikan drone sebaiknya pilih DJI Phantom 3 Standard. Seri ini sudah dilengkapi dengan kamera namun dengan kualitas gambar yang standar saja.

Selanjutnya ada Phantom 3 4K, Phantom 3 Advanced, dan Phantom 3 Professional. Semuanya dibedakan dari ketinggian terbang dan Positioning Module.

Phantom 3 4K hanya bisa terbang hingga 1 km saja, sementara Phantom 3  Professional merupakan drone terbaik dari seri ini karena bisa terbang hingga ketinggian 5 km.

Namun, ketiganya sudah dilengkapi dengan kamera yang bisa merekam gambar video berkualitas 4K/30fps. Bedanya, Phantom 3 4K belum dipasang GLONASS Dual Positioning Module, sementara seri professional sudah tersedia.

Tentu saja, seri Phantom 3 Professional yang harganya sekitar Rp 13,3 juta punya sejumlah keunggulan lain. Seperti dudukan di remote control yang lebih lebar. Dengan remote control ini, Anda bisa memasang tablet seukuran iPad Air untuk mengawasi pergerakan drone.

Memang jadi terlihat besar, tapi melihat hasil yang direkam drone melalui layar 9,7 inci lebih menyenangkan dari 5 inci bukan?

5. DJI Mavic Pro

https://multimedia.bbycastatic.ca/multimedia/products/1500x1500/104/10490/10490687.jpg
Anda pasti akan kaget ketika melihat drone ini terbungkus dalam dus. Ukuran dus yang dibutuhkan untuk menyimpan drone DJI Mavic Pro bahkan tak lebih besar dari sebuah dus sepatu. Benar-benar sebuah drone yang berukuran compact namun dengan kemampuan yang cukup mumpuni.

Salah satu drone terbaik dari pabrikan asal Cina ini mempunyai dimensi  83 x 83 x 198 mm saja. Bisa dengan mudah dimasukkan ke dalam tas ransel saat Anda bepergian.

Berbicara soal kamera, DJI Mavic Pro sudah dilengkapi dengan kamera berkemampuan tinggi. Kamera ini memiliki sensor yang bisa merekam gambar hingga 12 MP dan mengambil gambar video berkualitas 4K pada kecepatan 30 fps. Anda bisa menguranginya menjadi 1080 P untuk bisa mendapatkan kecepatan 96 fps.

Ada empat kamera lain yang berada di tubuh drone yang dibanderol Rp 13 juta ini. Dua di bagian bawah dan dua lagi di bagian depan. Patut diingat, ini bukanlah kamera pengambil gambar, melainkan sensor yang berguna untuk menghindari rintangan yang ada di depan.

Meski demikian, Anda tetap harus berhati-hati ketika mengerakkan drone ini ke samping atau ke belakang. Karena tidak ada sensor di dua bagian tersebut sehingga bisa membuat Anda menabrak dinding atau jendela rumah tetangga.

6. Yuneec Q500 4K

https://i.ebayimg.com/images/i/232515503489-0-1/s-l1000.jpg
Meski sama-sama dibuat oleh pabrikan asal Cina, Yuneec Q500 4K belum bisa disandingkan dengan DJI Phantom 3. Kamera yang dimiliki Q500 memang sudah cukup mumpuni untuk mengambil gambar video maupun foto berresolusi tinggi. Tapi dari fitur pendukungnya, Q500 masih tertinggal dari DJI Phantom 3.

Q500 termasuk mudah dioperasikan dan simpel. Cukup layak dipakai oleh mereka yang baru mencoba untuk belajar mengendalikan drone. Apalagi tersedia fitur “Follow Me” dan “Watch Me” yang akan sangat membantu merekam aktivitas Anda dengan lebih mudah.

Dilengkapi dengan baterai berkekuatan 5.400 mAh lithium-polymer, drone dengan harga Rp 10 jutaa ini seharusnya bisa tahan terbang hingga 25 menit.

Namun, penggunaan fitur-fitur khusus seperti “Follow Me” akan mengurangi daya dari baterai. Membuat drone hanya bisa terbang selama 20 menit saja.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu lama untuk bisa menerbangkan kembali drone ini. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai hanya 20 menit saja. Setelah itu, drone pun siap kembali mengangkasa.

Selain itu, alat kendali drone Q500 pun relatif nyaman bagi para pemula. Anda cukup menekan joystik kiri ke arah atas selama beberapa detik, maka drone pun akan terbang.

7. Parrot BeBop 2

https://www.bhphotovideo.com/images/images1500x1500/parrot_pf726203_bebop_drone_2_w_skc2_1274638.jpg
Jika Anda merasa waswas belajar menerbangkan drone yang berharga mahal seperti seri DJI Phantom, Anda bisa memilih Parrot BeBop 2 sebagai sarana belajar.

Salah satu drone terbaik di harga 6 jutaan rupiah ini punya fitur yang bisa memudahkan Anda untuk menerbangkan dan mendaratkan drone. Apalagi BeBop 2 kini dijual secara paket dengan SkyController 2 dan CockpitGlasses. Kedua alat tambahan tersebut akan memberi Anda pengalaman menakjubkan dalam menerbangkan drone.

SkyController 2 merupakan alat pengendali dengan dua joystik yang berfungsi sepenuhnya untuk mengendalikan laju drone. Sejumlah tombol tambahan disediakan untuk membantu Anda saat melakukan pengambilan gambar.

Sementara CockpitGlasses bisa memberi Anda pengalaman yang unik. Alat ini merupakan pengendali drone secara FPV atau First Person View. Bentuknya tak jauh beda dengan alat Virtual Reality.

Namun, berbeda dengan drone pada umumnya yang meletakkan kamera pada sebuah dudukan khusus, Bebop 2 justru memasangnya menjadi satu bagian dengan tubuh drone. Sebuah 3 axis gimbal tetap dipasang pada kamera ini untuk memudahkan pergerakan kamera saat mencari gambar.

Kekurangan yang cukup terasa adalah konektivitas yang sering terputus. Bahkan dalam jarak beberapa puluh meter saja, koneksi drone dengan alat pengendalinya bisa tiba-tiba menghilang.

Saat dibawa terbang lebih menjauh, koneksi bisa kembali normal. Boleh jadi perangkat lunak yang ada di dalam drone masih belum mumpuni untuk menunjang koneksi nirkabel dari drone ini.

8. UDI 818A HD+

https://oyster.ignimgs.com/wordpress/stg.ign.com/2017/03/81skfmttV-L._SL1500_db2ef84a-9a05-491c-9456-107a5a3b27b0.jpg
Jika drone-drone sebelumnya bisa langsung diketahui arah hadapnya, Anda tidak akan bisa mengetahui mana bagian depan atau belakang dari UDI 818A HD+. Desainnya yang  “headless” justru menjadi kelebihan dari drone yang cocok untuk pemula ini.

Anda tidak perlu bingung drone mengarah ke mana sepanjang masih bisa lihat arah yang dituju kamera. Soalnya, ketika Anda mengaktifkan mode headless, maka Anda harus sudah paham cara menggerakan drone melalui remote control.

Namun, jika masih kurang paham  sebaiknya atur mode headless dalam posisi off sehingga Anda bisa berlajar lebih banyak dalam mengendalikan drone.

Salah satu kelebihan dari UDI 818A HD+ adalah kemampuan bergeraknya yang mencapai 360 derajat. Drone dengan harga Rp 1,2 juta ini bisa diajak berputar ke belakang (flip) sampai 360 derajat, juga berputar ke samping dengan derajat yang sama.

Teknologi 6 Axis Gyro yang disediakan drone terbaik ini membuat semua pergerakan berjalan dengan mulus dan stabil.

Soal kamera, Anda mungkin tidak bisa berharap banyak. Meski mampu menghasilkan gambar dengan resolusi 1280 × 720 pada kecepatan 30 fps, kualitas yang dihasilkan tidak setajam drone berkamera lainnya.

Selain itu, tubuh drone memang cukup terlindungi. Tapi bahan plastik yang digunakan sebagai pelindung masih terlalu tipis. Bisa jadi pemilihan bahan dari plastik ini untuk mengurangi bobot drone agar lebih mudah terbang dan dikendalikan.

9. Kidcia RC Quadcopter

https://cdn1.fishpond.co.nz/0155/785/873/388046540/original.jpeg
Salah satu drone mini terbaik adalah Kidcia RC Quadcopter. Dengan ukuran yang hanya sedikit lebih lebar dibanding permukaan tangan orang dewasa, drone ini memang relatif mudah untuk dioperasikan. Bahkan oleh anak-anak sekalipun.

Untuk bisa menjalankan Kidcia RC Quadcopter, Anda terlebih dulu harus meng-install aplikasi ke dalam telepon seluler. Selanjutnya, ponsel Anda akan berfungsi menjadi remote control bagi drone ini.

Salah satu kelebihan dari drone murah seharga Rp 600 ribuan ini adalah penggunaan baling-baling yang sangat ringan dan tidak tajam. Bahkan, drone bisa tetap terbang dengan baik meski hanya menggunakan 3 motor baling-baling.

Untuk mempermudah proses belajar, Anda cukup menekan satu tombol saja saat akan menerbangkan maupun akan mendaratkan drone. Dengan demikian, Anda lebih yakin jika drone tidak akan rusak karena salah dalam mendarat.

Untuk lebih memberi rasa aman, drone ini juga dilengkapi dengan satu tombol emergency. Dengan menekan tombol ini, maka drone akan segera mendarat secara otomatis.

Sebuah lapisan pelindung juga diletakkan di bagian bawah untuk melindungi drone saat mendarat. Sayangnya, drone ini hanya bisa dimainkan dengan jarak sekitar 50 meter saja. Sementara untuk ketinggian, maksimal bisa mencapai 40 meter.

10. Syma X5C

https://img.tttcdn.com/product/original/p/gu1/R/RM475/RM475-9-3df8.jpg
Drone ini memang masuk dalam kategori toy-grade, bukan drone profesional laiknya DJI Phantom series. Namun demikian, Syma X5C menjadi standar dan rekomendasi untuk para pemula yang belajar mengendalikan drone. Apalagi harganya hanya sekitar 500 ribuan rupiah saja.

Syma X5C merupakan drone toy-grade paling stabil di kelasnya. Menggunakan empat baling-baling berpelindung, drone ini cukup mudah dikendalikan. Bahkan saat melakukan manuver-manuver sulit seperti flips 360°.

Dengan baterai berukuran 500 mAh, X5C bisa Anda ajak terbang sekitar 10 menit. Tapi ketika Anda mulai melakukan perekaman gambar video maupun foto, baterai pun akan lebih boros. Hanya bisa dipakai untuk waktu sekitar 7 menit saja.

Untuk sektor kamera, Anda juga  tidak bisa berharap banyak. Namun, kamera yang terpasang pada X5C relatif sudah sesuai dengan harga yang ditawarkan. Bisa menjadi alat bantu Anda untuk mengecek genteng yang bergeser atau sekadar melihat pohon mangga tetangga yang sudah mulai berbuah.

Satu hal yang menarik adalah desain vintage dari remote control X5C. Terkesan vintage karena bentuknya seperti alat kendali dalam film-film fiksi ilmiah di dekade 1980 dan 1990-an. Bahkan ada sejumlah tombol yang tak lebih sekadar sebuah hiasan, tanpa fungsi apa pun.

0 comments

Posting Komentar